You are currently browsing the tag archive for the ‘Bullfrog’ tag.

Gundul belajar menunggang kuda serasi atau ekuestrian di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogjakarta. Kuda ini tidak dinilai dari kecepatan kuda berlari, akan tetapi dari keserasian dan keselarasan kuda dan joki.

Keramaian Pasar Ternak di Kaligesing, Purwerejo menarik perhatian Gundul. Di sini banyak orang melakukan jual beli hewan ternak, terutama kambing peranakan etawa. Gundul pun berkenalan dengan Pak Darno, salah seorang penjual kambing di pasar ini. Bersama Pak Darno, Gundul belajar merawat kambing-kambing supaya berkualitas baik.

Gundul berkunjung ke Sukabumi untuk menemui kenalan lama di Sebuah Balai Budidaya Ikan Air Tawar. Ketika Gundul sampai ternyata Balai sedang melakukan panen untuk menyortir indukan Gurame. Balai ini tidak hanya membudidayakan ikan gurame, tapi juga kodok bullfrog atau kodok lembu yang kaya manfaat bagi manausia.

Saksikan petualangan Gundul belajar menunggang kuda serasi, merawat kambing peranakan etawa, dan pengalaman Gundul di tempat budidaya kodok dalam tayangan Jejak Si Gundul, pada hari Jum’at 11 Desember 2009 hanya di Trans 7.

Advertisements

Sabtu, 14 Februari 2009, pukul 15.30 wib.

Jalan pintas menuju Balai  Pengembangan Budidaya Air Tawar, Sukabumi yang dipilih Gundul, menghantarkannya bertemu dengan ular King Cobra ganas.   Demi keselamatan orang atau petani yang melintas, Gundul mencoba menangkap ular ganas ini.  Berupaya sekuat tenaga mencari celah dan kelengahan ular yang terkenal dengan racun bisanya.

Menjelang sore, Gundul tiba di Balai Budidaya, bertemu dengan seorang kenalan Gundul yang lama tak berjumpa.  Pak Ade, sobat Gundul ini ternyata tengah sibuk menguras kolam dan memilih calon induk ikan gurame ke kolam pembesaran.   Tanpa sungkan, Gundul pun ikut membantu menangkap dan memindahkan gurame-gurame besar ini.

Beberapa hari tinggal bersama sahabatnya ini,  Gundul tak mau hanya berpangku tangan.  Diapun ikut membantu di Balai Budidaya.

Pekerjaan yang paling mengesankan di balai ini adalah memelihara kodok besar, Bullfrog namanya.   Kodok yang berasal Amerika ini dari terkenal dengan suaranya yang besar.  Dagingnya menjadi bahan konsumsi yang banyak dicari, di dalam dan luar negeri.

Setiap hari kandang Bullfrog dibersihkan dari lumut dan kotoran sisa makanan.  Walau berukuran besar, kodok Bullfrog rentan terhadap penyakit, terutama ayan dan penyakit akibat bakteri.  Tak jarang ditemukan kodok yang mati di pagi hari.

Kodok bertelur dua kali setahun, dan bisa menghasilkan lima belas sampai dua puluh ribu berudu dalam sekali bertelur.   Dan dalam tiga bulan, anakan kodok disortir untuk memisahkan percil dan berudu.   Berudu adalah anakan kodok yang masih memiliki ekor dan berenang seperti ikan.  Sedangkan percil adalah anakan kodok yang telah berbentuk sempurna.

Kodok diberi makan pelet.  Namun kodok dewasa yang berukuran besar (9-15 cm) harus diberi tambahan protein.  Kebutuhan protein ini dipenuhi dari daging keong mas yang merupakan hama bagi petani.

Keong direbus dan dilepas cangkangnya.   Kemudian daging keong dilumatkan dan dicampur dengan pelet.   Adonan kembali dibentuk menjadi bulatan-bulatan pelet besar dan langsung diberikan ke kodok.

Makanan olahan ini sifatnya tenggelam, dan tentu saja ini tidak disukai kodok besar.   Sehingga kodok besar harus disuapi makanan satu persatu.

October 2017
M T W T F S S
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Sekilas Info

Mulai 13 Desember 2008. Program JSG tayang setiap sabtu, pukul 15.30 wib, di Trans7

Top Clicks

  • None

Kunjungan

  • 102,622 hits