You are currently browsing the monthly archive for October 2009.

Kecintaan Gundul akan alam mendorongya untuk berkelana. Di Kec. Lebong, Bengkulu di sebuah tebing tinggi yang memiliki dua lubang seperti kaca mata, Gundul bertemu dengan seorang pencari emas, Pak Mahmud. Lokasi tambang berada di dalam lubang dinding tebing batu yang tinggi dan terjal. Dengan gigih Gundul mencoba menaklukkan dinding tebing yang terjal untuk mencari emas.

Keriangan anak-anak pesisir Pantai Selatan Jawa menarik perhatian Gundul. Ganasnya deburan ombak dan kencangnya hembusan angin tak menyurutkan semangat anak-anak untuk bermain di tepi pantai. Ketika Gundul menghampiri ternyata mereka tengah mencari sesuatu di balik hamparan pasir pantai.

Pengalaman mengesankan kembali Gundul dapatkan dari seorang pencari kapuk di Sidoarjo. Pekerjaan penuh resiko ini membuat Gundul tertantang untuk membantu Pak Parnyo memetik buah-buah kapuk. Dengan menggunakan galah bambu, Gundul memanjat pohon randu yang tinggi menjulang.

Saksikan perjalanan Gundul mencari emas di Bukit Kacamata, mencari undur undur laut di Pantai Selatan Jawa, dan bekerja sebagai pemetik kapuk dalam tayangan Jejak Si Gundul, Jum’at 30 Oktober 2009 Pukul 16.00 WIB hanya di Trans 7

Advertisements

Di Lembang, Bandung. Gundul bertemu dengan Mang Encen seorang pencari ular. Ular-ular yang Ia cari ini akan digunakan dalam pertunjukan ular yang sering Ia gelar di pasar-pasar. Pertunjukan ular ini sangat ekstrim dan menantang, sebab terdapat adegan dimana ular menggigit lidah dan leher pelaku pertunjukan.
Brebes, Jawa Tengah, terkenal dengan industri telur asin. Disini, Gundul belajar beternak bebek petelur hingga belajar cara membuat telur asin yang berkualitas.
Di tengah perjalanan di Palembang, Gundul mendapati sarang lebah diatas pohon randu tua. Dengan menggunakan pemanjat dari bambu Gundul memanjat pohon randu yang tingginya kurang lebih sepuluh kali lipat tinggi badannya. Untuk menghindari sengatan lebah Gundul menggunakan ranting kering yang dibakar dan dililit belukar untuk menghasilkan asap.

Kali ini Gundul berada di Plered, Kab. Bantul, bekerja pada tempat penjagalan kuda. Kuda pada umumnya dikenal sebagai hewan pengangkut. Akan tetapi ditempat ini, kuda dimanfaatkan dagingnya untuk dikonsumsi. Dan uniknya sebagian besar pengelola rumah makan di daerah ini menawarkan olahan daaging kuda sebagai menu andalannya.

Petualangan Gundul tak hanya berhenti di penjagalan Kuda. Ketika gundul ikut menumpang sebuah truk pengangkut pasir, truk tersebut membawa Gundul ke tempat penambangan batu kali di lereng Gunung Merapi. Pekerjaan menambang batu ini cukup berbahaya, karena harus menggali bebatuan di dinding tebing yang sewaktu-waktu dapat mengakibatkan longsor dan membahayakan.

Dalam perjalanan menyusuri desa Gejiwan, Kab. Magelang, Gundul bertemu dengan sekelompok anak yang sedang bermain aduan kalajengking. Gundul pun tertarik untuk mencoba, namun harus mencari kalajengkingnya sendiri. Gundul pun berusaha mencari sendiri kalajengking yang akan diadu, namun ternyata mencari kalajengking tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran yang ekstra.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya Kab. Sleman. Gundul belajar beternak burung puyuh di peternakan puyuh milik Pak Jhoni. Peternakan ini menetaskan sendiri bibit-bibit puyuh. Bibit puyuh yang dibesarkan hanyalah yang berjenis kelamin betina, sedangkan yang jantan untuk pakan lele.

Gundul kali ini berada di Kampung Sukaregang, Garut. Bekerja di pabrik pembuatan kikil. Pertama-tama Gundul bersama Kang Rizal menyortir kulit-kulit sapi yang didapat dari pengumpul. Kemudian, kulit-kulit yang layak dibakar untuk menghilangkan bulunya, setelah itu kikil direbus.

Ketika akan melanjutkan perjalanan ke Tasikmalaya, Gundul berkenalan dengan Kang Opik seorang sais delman yang sedang beristirahat di pinggir jalan. Gundul pun ngobrol-ngobrol tentang jalan menuju Tasikmalaya. Ternyata rute yang harus ditempuh cukup jauh dan diperkirakan akan sampai pada malam hari. Oleh karena itu, Kang Opik mengajak Gundul untuk menumpang delman dan mampir ke rumahnya.
Masyarakat kampung tempat Kang opik tinggal juga banyak yang berprofesi sebagai sais delman. Setelah sampai di rumah, kuda lang sung dilepaskan dari pelana dan tali kusir untuk diberimakan di kandang. Kuda ini setiap pagi harus dimandikan dan durut. Pada kesempatan ini Gundul memanfaatkannya dengan belajar mengemudikan delman.

October 2009
M T W T F S S
« Jul   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Sekilas Info

Mulai 13 Desember 2008. Program JSG tayang setiap sabtu, pukul 15.30 wib, di Trans7

Top Clicks

  • None

Kunjungan

  • 102,622 hits