Sabtu, 6 Juni 2009, Pukul 15.30 WIB

Pejalanan kali ini diawali dengan pertemuan yang menegangkan dengan ular sanca. Saat itu gundul berhenti untuk beristirahat di perkebunan singkong, di daerah Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Bogor. Meski berbobot besar, ular sanca ini sangat gesit dan sempat menggigit tangan gundul yang mencoba untuk menangkapnya.

Kejadian di kebun singkong ini membuat Gundul tertarik untuk singgah sejenak di daerah ini. Bekerja di pabrik pembuatan aci, bahan dasar tepung tapioka atau kanji. Setiap hari, Gundul dan rekannya mustofa mengumpulkan singkong, bahan baku aci, dari kebun singkong si empunya pabrik, juga mengumpulkan setidaknya dua ton singkong tambahan dari petani-petani di daerah lain, seperti cikeas, cipayung, dan ciluar.

Semua singkong dikupas dan dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran yang melekat. Kemudian disortir kembali sebelum dimasukkan ke dalam parut. Hasil parutan singkong langsung dialirkan ke alat khusus untuk dibilas dan diperas. Dalam pembuatan aci yang dibutuhkan adalah air hasil bilasan atau perasan singkong parut. Sedangkan ampas di tampung untuk dijual kembali sebagai bahan makanan ternak

Di dalam bak-bak khusus berlapis marmer air bilasan diendapkan sekitar delapan jam, atau semalaman penuh. Hasil endapan disebut aci basah yang sifatnya lebih padat, dan dibongkar keesokan paginya untuk digiling kembali menjadi aci halus.

Aci halus langsung dijemur dibawah sinar matahari dengan mengunakan tampah-tampah besar. Penjemuran tak boleh lebih dari lima jam untuk menghasilkan aci yang baik dan berwarna putih bersih.