Sabtu, 07 Februari, 2009, pukul 15.30 wib

Pegunungan Kidul, demikian kawasan perbukitan ini dinamakan.   Kawasan subur namun kering berbatu.   Masyarakatnya terkenal gesit dan gigih, tergambar dari lahan sempit pertanian mereka diantara batuan karang terjal.  Gundul yang baru tiba di daerah ini tertegun melihat hasil keuletan mereka ini.

Di sela istirahatnya Gundul mencoba mencari belalang besar.  Walau tergolong hama yang menyerang tanaman, namun belalang ini juga menjadi santapan yang digemari di daerah pegunungan Kidul.

Di daerah ini Gundul bertemu dengan kakek tua pemecah batu.   Bersama istrinya, mereka berjuang memecah batuan besar dan membentuknya menjadi cobek.  Dari mereka pula Gundul mengetahui cara memahat sampai  menghaluskan batu menjadi alat dapur ini, kemudian mewarnai dengan kacang benguk atau kacang koro hitam.  Dengan pewarna alami ini, warna hitam pada cobek bisa bertahan sampai 2 tahun lamanya walau dicuci berkali-kali.

Cerita pembuat cobek ini dirangkai dengan pengrajin gerabah anglo di Bantul.   Yang bertahan membuat kompor tradisional diantara arus modernisasi saat ini.

Walau tertarik untuk membuat gerabah anglo, namun Gundul tak pernah berhasil sekalipun membuat gerabah.   Gundul pun hanya membantu menjemur, membakar, sampai menjajakan anglo keliling kampung dengan sepeda tua.