Sabtu, 31 Januari 2009, 15.30 wib

Heboh lumpur panas seperti Lapindo di Sidoarjo, sudah lama dirasakan masyarakat desa kuwu, Grobogan, Jawa Tengah.   Bedanya, lumpur panas di Kuwu bisa menjadi sumber PAD dan nafkah masyarakat setempat.  Sedangkan Lapindo bikin negeri bangkrut.

Bledug Kuwu, demikian sumber lumpur ini dinamakan.  Bledug berasal dari suara letupan yang dikeluarkan, dan Kuwu nama desa lokasi letupan lumpur ini.  Selain sebagai objek pariwisata potensial,  masyarkat kuwu sudah lama memanfaatkannya sebagai bahan pembuatan garam.

Air asin yang keluar seiring letupan lumpur panas, dialirkan menuju kolam-kolam di sekitar lakah.  Lakah adalah rak penjemuran garam yang panjangnya lebih kurang 50 meter.   Air asin ini kemudian dituang dalam cetakan-cetakan bambu dan dijemur di atas lakah.

Dua hari kemudian (bila panas terik), garam sudah bisa dipanen.  Dikerik dari cetakan bambu dan ditiriskan sisa airnya.  Sisa air ini dinamakan ‘air bleng’, digunakan untuk merangsang pembentukan garam, namun bisa pula dijual sebagai bumbu masakan.

Pekerjaan ini lah yang dilakoni Si Gundul selama berada di desa Kuwu, Grobogan.  Merasakan keuletan masyarakat setempat, sambil menikmati keindahan fenomena lumpur Bledug Kuwu.